Sabtu, 12 Januari 2013

RESUME OF BUSH & HITLER








     Buku ini merupakan buku politik. Dari sini aku mulai sedikit faham akan politik Hitler. Di sini diterangkan bahwa Hitler dan BUSH Memiliki kesamaan, namun masih bisa dibilang lebih kejam Hitler. Selama hidupnya, Hitler sudah membunuh lebih dari 30 juta orang.

     Masa kecil Hitler bisa dibilang cukup mapan, lantaran ayahnya lumayan kaya. Hitler pandai di atas rata-rata, dia ingin menjadi seniman, tapi ayahnya menginginkan lain. Ketika ayahnya meninggal lalu disusul dengan ibunya, kehidupan Hitler benar-benar berubah. Dia masuk ke universitas seni, setelah harta warisan habis, dia tidak mau bekerja, maka dia memutuskan untuk tinggal di penampungan gelandangan. Mulai dari sini, dia memahami gagasan politik yang ekstrim. Dia menyadari kemurnian ras Arya, dan menganggap ras lain seperti Yahuni itu rendah. 

     Meletuslah PD1. Hal ini dimanfaatkan Hitler untuk masuk angkatan militer, guna memperbaiki perekonomian. Pada PD 1 itu Jerman mengalami kekalahan, Hitler pun masuk rumah sakit dan sempat mengalami kebutaan. Dia berpendapat bahwa kekalaah bangsanya adalah karena ras Yahudi. Maka dia bertekad untuk memajukan bangsanya.

     Dari pangkat kopral, Hitler tidak pernah naik pangkat lagi. Tapi dia mengasah kelihaiannya dalam berorasi di depan publik. Sampailah dia diamanahkan untuk menyelidiki suatu partai. Partai Nazi merupakan fokusnya. Di sini dia menemukan kesamaan dengan Nazi. Hitler lalu berusaha  mendapatkan tempat di Nazi.

     Setelah mendapatkan tempat di Nazi, Hitler terus berusaha sampai mendapatkan posisi sebagai kanselir. Dalam menjadi kanselir, konon  Hindenburg di rayu oleh putranya, Oskar. Dengan jabatan ini, Hitler semakin menjadi. Dia menawarkan perbaikan ekonomi Jerman yang carut marut karena Krisis PD 1, dimana terjadi surplus karena pencetakan uang berlebih.

        Kalah dari PD 1, Jerman harus melaksanakn suatu perjanjian, Versailes, di mana beberapa isinya adalah dilarang untuk menambah kekuasaan, menambah jumlah tentara melebihi batas yang sdah ditentukan, dan melaksanakan wajib militer. Tapi semua itu dilanggar oleh Hitler. Dia berambisi mendapatkan kejayaan Reich ketiga, jaya seribu tahun. Lalu Hitler pun gencar melaksanakan serangan. Dalam krisis tersebut, Hitler mendapatkan dana untuk melaksanakan perang adalah tak lain dan tak bukan dari penanaman modal dari AS (BUSH). Konyol sekali, notabenenya, perang juga akan digencarkan di AS, tapi uang sudah membutakan segalanya. Hal ini karena AS berangkat dari pikiran bahwa Jerman merupakan pusat Industri nomor satu kala itu.

      Semasanya, Hitler melaksanakan Holocoust, pemusnahan kaum Yahudi. Hetler jugalah yang menyulut PD , hingga akhirnya ia meninggal karena bunuh diri dengan menembakkan pistol ke kepalanya, sementara gundiknya, meninggal karena memakan racun. Konon Hitler meminta agar jasadnya dibakar, agar musuh tidak menemukannya.

     Sepeninggalan Hitler, muncullah Hitler lain, yaitu Bush. Sama seperti Hitler, Bush suka memanfaatkan kesempatan. Jika Hitler memanfaatkan krisis akibat PD 1, Bush memanfaatkan Pemboman WTC atas Sadam untuk membomi negara-negara Islam.  Dia memenjarakan banyak orang, yang diduganay terlibat dalam tindakan teroris, dan merahasiakan siapa saja yang sudah ia penjarakan. Dalam penjara pun, dilakukan penyiksaan yang seharusnya tidak diperbolehkan, serta tahanan yang tanpa didampingi pengacara. Kesamaan lainnya, mereka suka mengadakan perjanjian, lalu mengingkarinya. Sering membuat dan membatalkan serta memutus hubungan diplomat.

9 Summer 10 Autumns



           Sebuah novel penyayat jiwa yang melecut semangatku. Semangat Iwan serta kakak adiknya, tentang kisah yang dapat membunuh kemalasan dan kengantukanku. Karena apa? Karena novel ini merupakan sebuah novel yang menceritakan tentang perjuangan seorang anak supir miskin yang sanggup sekolah tinggi hingga dapat tempat kerja bergengsi. Diceritakan, Iwan ini lima bersaudara, dengan sisanya adalah perempuan semua. Kelima saudara ini rajin, saling mengasihi, pandai, dan pekerja keras. Tangan-tangan kecil mereka sudah membantu meringankan beban orang tua mereka, hingga dapat penghasilan yang dapat membantu kebutuhan sekolah.

         Setelah membaca kata, tangan-tangan kecil, entah mengapa aku termotivasi untuk menjadi pekerja keras. Diceritakan pula, bahwa mereka bisa dibilang sekolah sambil kerja. Nah, di sini semakin menguatkan aku untuk kuliah sambil kerja. Aku berpikir, orangtuaku pasti tidak akan mengizinkannya, tapi novel inilah yang membuatku rada “badung” untuk sejenak melupakan larangan orangtuaku tersebut. Oke, mereka emang tak setuju aku kerja, tapi aku dapat bernafas lebar sampai saat ini juga karena berlandaskan ‘kenekatan’. Aku tahu ini yang terbaik untukku. Karena aku punya tekad. Karena aku ingin mandiri. Karena aku punya tujuan. Karena aku ingin kuliah dengan mandiri, dengan biaya sendiri.  Percaya saja padaku, karena aku akan mempertanggungjawabkan keputusanku. Aku akan berusaha memperbaiki prestasiku yang sedikit turun di semester 2 lalu.


        Secara garis besar, novel ini menceritakan sebuah perahu kecil yang terus berlayar. Dia terus melaju, karena bila dia berhenti dan ragu, hanya badailah yang akan ditemui. So, meskipun perahu itu yang notabenenya anak rumahan, jarang main, ternyata mampu juga dia berlayar sampai New York. Lalu dengan apa dia melaju? Adalah dengan cinta kasih ibunya. Dengan kasih sayang dan kepedulian serta doa kakak adiknya. Dengan keprihatinannya. Dengan tangan-tangan kecilnya. Dengan hasil kerjanya yang memuaskan, banyak pihak yang puas hingga mendapat tawaran kerja ke New York.



        Dengan membaca novel ini, tentu saja aku semakin mantab untuk kuliah sambil kerja, serta mengusir kemalasanku saat bekerja. Mulai sekarang aku adalah Ita yang pekerja keras, seperti tangan kecil kakak pertama Iwan . Aku juga jadi tahu adanya tempat indah di Tailand bernama Venesia. Aku pun tahu beberapa tempat di New York seperti SoHo, Grand Central, time square, the statue of liberty, central park, adanya perusahaan multi nasional bernama Nielsen, dll. Dalam lingkup kecil seperti kota Batu pun, aku tahu adanya gunung Panderman, serta puncak Rinjani di Lombok.


Terimakasihhh. Ditulis oleh seorang anak rumahan yang sebentar lagi akan menaklukkan Puncak Tertinggi jawa  Itok Bastem.

MERABA INDONESIA



Adalah Farid Gaban dan Ahmad Yunus. Dua wartawan yang melakukan perjalanan mengelilingi nusantara yang mereka namakan “Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa”. Dalam ekspedisi “gila” kelililing nusantara ini, merkea hanya menggunakan Honda win 100 cc dan hampir memakan waktu selama satu tahun. Keduanya memang berbeda generasi, tetapi selera adrenalin mereka sama.

Novel ini dapat membuka wawasan kita, menjadi kacamata atas kesungguhan yang terjadi di tanah nan jauh sana. Tanah satu bangsa kita. Tanah yang entah berantah jauhnya. Selama ini kita hanya dapat melihat keterpusatan pembangunan. Pembangunan di Jawa yang hanya menggadaikan daerah-daerah lainnya. Ini menimbulkan keironian yang menyebutnya sebagai musibah. Keterkosentrasian pembangunan darat tanpa menyentuh laut, padahal pemabangunan laut sendiri dapat menjawab kemiskinan Indonesia lewat kekayaan baharinya. Bila kita mau belajar dari Flores, di sana terdapat pengolahan mete secara organik. Ini dibantu oleh LSM dari Swiss yang bernama Swisscontack. LSM ini membantu dalam hal menejemen, lahan pertanian, pengolahan, sampai pemasaran. Hal ini sangat berbeda dengan Watakobi yang sangat kaya akan keragaman hayati. Watakobi seperti tak tersentuh kebijakan, pembangunan serta pemberdayaan bangsa ini. Menghadapi jalur transpertasi yang keadaannya sangat jauh dengan Jakarta dan Pulau Jawa. Melihat kenyataan mirisnya transportasi laut bila dibandingkan dengan transportasi darat.

Kenyataannya, peraturan yang ditetapkan di Jakarta sama sekali tidak sesuai bila ditetapkan di Luar Jawa. Pada ekspedisi ini, 2 wartawan ini banyak bertemu dengan orang terlupakan atau justru di lupakan di nusantara ini, yang justru merekalah yang memperkaya bangsa. Setelah keliling Amerika Latin dengan sepeda motornya, Che Gue Vara mengobarkan revolusi Kuba. Setelah berkeliling ke beberapa penjuru dunia, Tintin dan anjingnya menggambarkan keunikan karakter manusia setiap tempat yang mereka kunjungi. Di sinilah, lewat perjalanan ini Ahmad Yunius dan Farid mencoba untuk mengungkap misteri kekayaan tersembunyi di nusantara. Memaparkan betapa sesungguhnya kita kaya, dan betapa sesungguhnya kita mudah menjawab kemiskinan rakyat kita.


SUMATERA
Sumatera, tanah Swarnadwipa. Pulau ini merupakan pulau terbesar ke enam di dunia. Di pulau ini, Yunus menjumpai budi daya ikan kerapu di Pulau Pahlawang, orkestra lumba-lumba di Teluk Kilauan. Menjumpai kebudayaan tato di kepulauan Mentawai. Mentawai juga memiliki hutan dan satwa endemik. Di sini juga terdapat ombak terbaik di dunia, dan di sinilah Charles Darwin merumuskan teori seleksi alam atau teori evolusi. Di pulau sumatera ini pula, kita dapat menemukan Pulau Engano, pulau keliru. Pulau Engano dikatakan pulau keliru, karena dulu portugis mengira ini adalah Pulau Maluku, tetapi ternyata mereka salah.

Pulau Nias. Wisatawan mengenal pulau ini melalui ombaknya, sepanjang 1-2 m. Terdapat juga Omo Hada, rumah kepala suku yang sanggup bertahan 300 tahun tanpa paku dan langit-langit. Betapa kaya bangsa ini, Omo Hada termasuk dalam World Endangerd Heritage. Terdapat juga Pulau Midai. Di sini terdapat koperasi pertama, yang bernama Ahmadi & Co. Usaha pada koperasi ini dapat membuka cabang di Singapura. Pulau Sumatera ini, tentang rumah kayu di atas laut yang terdapat di Natuna. Tentang Masjid Raya Natuna yang bentuknya hampir menyerupai Masjid Taj Mahal. Natuna, termasuk pulau penghasil gas terbesar di dunia. Dan ini yang menyakitkan, banyak sekali ditemui nelayan yang menyelam hanya dengan menggunakan kompresor.


KALIMANTAN

Pulau Kalimantan sangat identik dengan Sungai Kapuas. Kapuas merupkaan sungai terpanjang di Indonesia. Melihat kenyataan ini dalam benak kita pasti terdapat bayangan sungai dengan arus deras mengalir, yang mana jernih airnya dapat memantulkan wajah kita yang mengaca di atasnya. Tapi jangan salah! Saat surut, sungai ini bak lapangan sepakbola yang memanjang.

Kalimantan dikatakan oleh Yunus tengah menuju kehancuran. Kalimantan yang dalam bayangan begitu hijau oleh jutaan hutan dan pohonnya, tidaklah sedemikian. Banyak dijumpai asap tebal membubung ke udara, angin kering menyeruak kuat, dan terik matahari membakar tanah gambut. Sayangnya, gambut menyimpan bara yang bisa menyulut api kapan saja. Kebakatran hutan terjadi di mana pun dan kapan pun. Per tahun, jumlah hutan selalu berkurang di Indonesia.

Daerah tambang juga bertebaran di pulau ini. Seperti Martapura contohnya. Kita akan mengetahui bahayanya teknik pengeboran dengan mesin tanah, untuk mencari intan bila dibandingkan dengan teknik tradisional. Cara pengeboran tradisional sendiri meliputi pembuatan lubang vertikal, lalu dilanjutkan secara horisontal.
Yunus juga menjumpai budidaya benih bakau di Sangatte dan juga pengembangan rumput laut. Merasakan betapa romantisnya dapat berenang di antara ratusan ubur-ubur. Di danau Kakaban, ubur-ubur dengan jenis Mastigias Papua dan Aurelia tidak dapat menyengat. Keduanya sangat kenyal. Ikan-ikan kecil berlarian di antara alga hijau. Pulau Kakaban termasuk pulau langka. Evolusi yang terjadi telah melibatkan proses fisika, kimia, dan biologi yang rumit nan panjang. Biota laut (ubur-ubur, alga, dan lainnya) harus menyesuaikan diri dengan ekosistem yang terbentuk. Inilah yang membuat ubur-ubur kehilanagn sengatannya. Unesco sendiri telah menasbihkan Kakaban sebagai warisan dunia. Borneo memang memiliki rahasia di dalam alamnya yang hampir rusak. Di sini, kita juga masih dapat melihat Manta Ray yang menyerupai elang, menari-nari di atas laut.

Sebagaimana kita tahu, Pulau ini bersebelahan dengan Negeri Jiran. Negeri yang sering bermasalah dengan bangsa kita. Tapi mari kita lihat kenyataan yang terdapat di pulau yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Pulau Sebatik. Pulau ini menskipun termasuk dalam kekuasaan RI, tetapi di pulau ini menggunakan mata uang ringgit sebagai penggerak roda ekonomi. Pulau ini juga sangat bergantung dengan roda ekonomi Tawau (Malaysia). Faktanya, harga barang-barang di Tawau lebih murah daripada Nunukan dan Tarakan. Sebatik, merupakan etalase Indonesia di wilayah perbatasan. Pulau ini, terlupakan atau justru dilupakan? Fakta, Negeri Jiranlah yang membuat mereka bertahan sampai sekarang.

Masih teringat dalam benak kita. Pada dekade 60an, Soekarno mengobarkan konfrontasi dengan Malaysia, “Gahnyang Malaysia”. Tapi mendadak, perdaganagn di kepulauan Riau lumpuh. Malaysia menutup perdagangan kopra. Konflik yang terjadi di jajaran pemerintahan kedua belah negara tersebut, menjadikan rakyat kecil sebagai tumbalnya. Padahal, ketika birokrat-birokrat ke dua negara terebut berseteru dan saling mementingkan egonya, rakyat di Sebatik dan Tawau masih saling bergantung. Mereka masih saling berinteraksi satu sama lain, seakan tidak terjadi perselisihan antar negaranya.


SULAWESI

Bila membahas mengenai Pulau Sulawesi, ingatlah Bulukumba. Bulukumba ini terkenal dengan seniman pembuat pinisi. Permintaan banyak datang dari Luar Negeri, tapi ironisnya dalam negeri justru permintaan sedikit. Kemampuan ini dimiliki dan diwarisi secara turun temurun.

Di sini, kita juga akan tahu, bahwansanya sektor kelautan merupakan aset masa depan, bayang-bayang kekayaan bila dimanfaatkan dan diolah dengan mekanisme yang baik. Terumbu karang mendatangkan keuntungan pendapatan US$ 1,6 miliar/tahun. Indonesia sendiri memiliki 18% terumbu karang dunia, keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, 2.500 jenis ikan, 590 jenis karang batu, 2.500 jenis moluska dan 1.500 jenis udang. Iya, bangsa ini sangat kaya dan ironisnya masyarakatnya banyak yang miskin. Bagaimana bisa? Kemana kekayaan itu? Diambil siapa? Dikuasai siapa? Siapa yang bisa menjawab pertanyaan sederhana ini?

Di sulawesi juga ditemui istilah janda kompresor. Menyelam menggunakan kompresor sendiri sangat tidak dianjurkan, karena dapat menyebabkan kram, kelumpuhan, bahkan kematian. Mereka yang dijuluki janda kompresor adalah mereka yang ditinggal mati suami karena menyelam dengan menggunakan kompresor. Terdapat juga Suku Bajo. Suku Bajo termasuk penjelajah tradisional yang handal. Sayangnya, suku ini sering mengalami kekerasan dan diusir bila menetap di satu pulau. Mereka sendiri membangun perkampungan di Kadelupa, di tengah laut. Mereka juga memilih untuk tidak tinggal di darat karena ada pandangan buruk tentang darat. Mereka membangun perkampungan sendiri dengan cara yang unik, mengumpulkan bebatuan, karang dan pasir untuk didirikan fondasi bangunan. Teknik menangkap ikan secara tradisional juga terdapat di Pulau Toga. Bentuknya menyerupai arah petunjuk jalan. Teknik ini terikat dengan aturan adat, yang mana ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Di Sulawesi juga, bisa dibilang kita dapat melihat suatu bentuk kekecewaaan dari sebuah janji. Entah, apakah ini janji untuk kepentingan politik? SBY pernah berjanji pada pulau-pulau terluar Indonesia. Di Miangas, beliau berjanji akan mendirikan bandara. Lima tahun kemudian, gedung logistik, puskesma, dan tangki bahan bakar memang banyak berdiri. Tapi sayangnya pembangunan tersebut tidak berjangka panjang dan berkelanjutan. Untuk bandara sendiri, masyarakat setidaknya sudah mengorbankan lahannya untuk pembangunan tersebut. Tapi sayangnya, tak ada kabar lagi terikat pembangunan bandara tersebut. SBY sendiri, setelah mengucapkan janjinya tidak mengunjungi tempat ini.

IRIAN JAYA

Terdapat Pulau Waigeo, sebuah pulau di Irian Jaya yang kaya dengan burung-burung. Masyraakat Ayau yang memiliki kearifan lokal “Sasi”. Sasi ini berlaku di darat dan di laut, mengatur tentang kepemilikan dan pengelolaan SDA.
Inilah yang dicari di Pulau Irian Jaya, Raja Ampat. Sangat mengagumkan melihat eksotisnya deretan kepulauan Raja Ampat. Raja Ampat memiliki empat pulau besar, yaitu Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool. Tarian lumba-lumba, dan panorama yang menyedapkan mata. Pemandanagn Raja Ampat sangat eksotis bila dinikmati sambil snorkeling di bibir pasir putih yang airnya sendiri mengkristal karena sengatan matahari.

Jumat, 04 Januari 2013

4 januari

#Saat ultah Nine
Ini adalah novelku yang pertama... Novel karya kami.. Ditujukan untuk sahabat kami yang tengah genap berusia 20 tahun, Nine.....

Setelah mengalami penggodogan yang cukup panjang dalam segi konsep, ide cerita, keredaksionalan dan finishing, akhirnya novel karya kami bertiga diterbitkan pada pukul 18.57 WIB pada tanggal 3 Januari 2013 di rumah Bin... Selanjutnya pada 4 januari 20.18 WIB bertempat di Garden Kafe UNY secara resmi kami menyerahkan novel tersebut pada Nine. Saat novel itu dibuka, nampak pada halaman pertama ... Untaian kalimat yang sambung menyambung dalam bait-bait paragraf serta foto-fotonya tempo dulu yang masih unyu menyapanya ..... Sontak Nine memeluk Bin dan menangis....Aku pun bilang, “Bin, hati-hati bajumu, entar basah kena ilernya Nine “

Novel kami berjudul “Bersama” yang diterbitkan oleh PT Tak Tau Adat. Judul “Bersama” di sini memiliki filosofi. Lewat novel ini kami mengisahkan, bagaimana awal kebersamaan kami yang dimulai waktu SMA. Lalu mungkin seiring dengan berjalannya waktu, terkadang kami bersama dan juga berpisah. Kami sama-sama mencoba untuk bersama dengan yang lainnya dulu. Waktu terus bergulir...... Kami sudah menyandang predikat mahasiswa. Waktu yang menjawab, bahwa pada akhirnya kini kami kembali bersama. Kami mewarnai kebersamaan kami dengan backpakeran, yang mana di situ kami sama-sama pekok, sok tau, ngeyel, keras kepala, TAK TAU ADAT, dan lebih seringnya kami kembali ke peradaban normal dengan perekonomian PORAK-PORANDA.

Novel ini milik kami bertiga, Ipus, Bin dan Nine, yang dengan sedikit memaksa kami singkat menjadi BIN (Bin, Ipus, Nine). Novel ini semacam Tetralogi, di mana ada kelanjutan cerita untuk edisi ke-n selanjutnya. Novel pertama adalah edisi “Awal Bersua hingga Negeri di Atas Awan”. Lalu, edisi pada novel kedua adalah “Karimunjawa dan Tempat Eksotis Lainnya”. Segera menyusul edisi “Bersama” yang lainnya....

Kami memang tak bisa memberikan Nine kado dalam hitungan rupiah. Kami tak bisa memberikanya kado mahal yang spesial. Kami pun tak bisa memberikan kado dengan ukuran yang melebihi ukuran badannya. Tapi kami bisa memberikan karya kecil kita bertiga, yang akan dikenang sepanjang masa untuk anak cucu kita :D. Selamat ulang tahun Sahabat Kami, Ninda Arus Rizky Ratnasari....

#Pulang ke Rumah
Aku kembali pulang larut malam ini. Seperti biasa, Ibuku masih terjaga menunggu kepulanganku. Baru setelah aku sampai rumah dan mengetahui keadaanku baik-baik saja, Ibu baru beranjak istirahat. Ibuku memang rada parnoan... Belakangan aku tahu, ada dua alasan besar yang mendasari ijin untukku kos. Pertama, Ibu sudah capek pikiran untuk selalu menunggui kepulanganku di malam hari. Kedua, adalah karena aku sekamar berdua dengan Nadhia.........

Ibuku, sama dengan ibu pada umunya. Ibuku adalah perempuan desa, yang sangat cantik di mataku, sayangnya gen ibu hanya diwariskan untuk Mas Dedi, bukan kepadaku juga Mas Hadi. Ibuku, beberapa sikapnya diwariskan padaku, seperti sikap rempong dan cara ngomong yang tidak jelas. Terimakasih untuk Ibu, dengan mengenal Ibuku, aku bisa tumbuh bermetamorfosis...

Yang menjadi pembeda ibuku dnegan ibu pada umunya adalah. Keherananku padanya. Entah mengapa, ketika aku memikirkan sesuatu hal, pasti Ibu juga sedang memikirkan hal itu. Saat aku capek untuk menjadi mahasiswa komuter contohnya, entah mengapa ibu tiba-tiba menanyakan padaku, apakah aku bermaksud untuk menjadi anak kos. Saat aku galau masalah cowok kemarin, secara tiba-tiba ibuku bertanya siapa yang sedang dekat denganku.... Kenapa juga saat aku berkata sangat lirih yang mungkin semut pun tak dapat mendengarnya, Ibuku dengan sangat jelas mendengarkan kataku itu..

Ibuku, ibu adalah ibu yang suka galau dan sering berkata plin plan. Sebelumnya khawatir bila aku dekat dengan cowok..tapi menanyakan dan berharap aku dekat dengan seseorang. Kadang-kadang pula ibu panik sendiri kalau aku dekat dengan seorang cowok.. Dan tiba-tiba pula ibu bertanya bagaimana perkembangan kedekatanku dengan cowok? Kapan diajak ke rumah. Oh Ibu, Ibu adalah Ibu tergalau yang tersayang bagiku :D.

Ibuku, ibu adalah ibu yang meski sudah tau kesalahan anaknya, terkadang menutupinya dari khalayak. Ibu tetap membelaku, meski rasa kecewa tersimpan rapat dalam hatinya.

Ibuku, ibu adalah ibu tersayang. Memberikan waktu panjang untuk putrinya istirahat. Ibu tak pernah marah ketika setiap hari aku bangun di atas jam 7 :D. Ibu teladan untuk semua ibu, tapi tak akan kuterapkan untuk anak-anakku kelak. Aku tak ingin orang lain hidup seenak hidupku, apalagi anakku nanti :p.

Ibu adalah ibu yang mengurungku selama aku kecil dan remaja, sehingga kini aku sering mbolang nggak jelas tanpa restu orang tua.... Ibu yang tidak mengizinkan aku mbolang, pun pada akhirnya mengisi kantongku untuk mbolang...

Ibuku, ibu adalah ibu yang di usiaku sekarang, sudah “cerewet” mengatakan bahwa besok aku akan diwarisi rumah yang kini kami tinggali, uang sekian puluh juta, emas, tanah.. Oh................ aku rasa telingaku saja masih terlalu dini mendengarnya. Dan aku rasa aku masih berumur panjang...

Ibuku, ibu yang sekali lagi aku bilang ibuku adalah ibu super galau. Ibu tidak mengizinkan aku mendapat suami jauh-jauh dari Jogja, ibu tidak mengizinkanku kuliah di luar Jogja, tapi menyuruhku untuk kerja di Kalimantan... Ohh Ibu, Ibu adalah Ibu yang membuat anaknya pusing sekaligus sayang...

Ibuku, ibu yang suka merayu putri bungsunya, manakala putrinya yang dibilang ngeyel ini sedang ngambek dan jarang pulang ke rumah (menjamur di kos). Biasanya ibu merayu dengan, mencucikan baju putrinya, membelikan putrinya coklat, baju, dan lain sebagainya....

Ibuku, ibu yang masih tetap galau. Ibu bilang, kalau sudah kos, jangan sering-sering pulang ke rumah. Tapi ya itu tadi, kalau udah ngga pulang-pulang, ibu akan merayu dengan hal-hal di atas. Sekali pulang ke rumah, Ibu pasti melarang untuk balik ke kos cepat-cepat. Sekali pulang juga, Ibu akan kembali “cerewet” untuk menyuruhku makan ini itu. Ibu juga “cerewet” saat membekaliku apa-apa saja bahan makanan yang aku bawa ke kos.

*Semoga menginspirasi untuk semua Ibu dan calon Ibu di dunia.*





Selasa, 01 Januari 2013

Hidup Tak bisa menunggu by : Sunsilk

“Kalau diminta menulis semua kehebatan Mama, kurasa aku perlu membabat semua pohon di belantara Kalimantan untuk membuat kertas.” “Hidup seperti ketapel,. Ada masanya Tuhan menarik kita ke belakang, tapi sesudahnya kita dapat melesat dengan cepat mencapai sasaran.” Semua itu karena hidup tak dapat menunggu. Karena kita harus lari sekencang-kencangnya, karena kita harus mengejar hidup kita, dan bahwa tidaklah hidup kita menunggu kita.

Senin, 30 Juli 2012

Sebingkai cerita dalam 3 bulan pendewasaan


Sudah lama ya? Kurang lebih 3 bulan sudah aku tak bersama sahabatku ini, tempat aku bercuah cerita, my lepi, sahabatku yang pinter banget ini. Selama masa tidurmu ini, banyak sudah cerita terlewatkan tanpa aku berbagi dulu padamu. Tiga Bulan... selalu ada yang bermakna dengan angka 3. Mungkin karena namaku tri kali ya? Hahahhaha, sungguh, banyak sekali kisah selama 3 bulan itu. Aku sampai bingung mau menceritakan pada si lepi ini dari mana.
Sahabatku, kamu tertidur ketika aku dan kawan2ku sibuk menulis proposal awal sebagai pintu gerbang praktikum kami, dan kini kau terbangun kembali setelah cukup menguras keringatku dengan kerja pontang-panting, saat kami menyusun laporan akhir menutup kenangan ‘rempong’ praktikum 1. Hahahhaa, lucu ya :D
Awalnya aku merasa berat. Terlebih, aku tengah dikejar deadline tulisan buat telisik bul (yang sempat bermasalah), proposal dan tetek bengeknya tentang praktikum (jadi ngga begitu fokus mikirin praktikum), tugas-tugas lainnya, banyak banget. Terpaksa mempending liburan ke Karimunjawa karena harus menabung untuk si lepi. Ada kata menarik yang aku petik, setelah sharing  dengan mas zudin. Darinya, aku jadi tau bahwa tuhan ingin aku menjadi orang yang ‘berbeda’. Mulailah aku jalani semuanya dengan penuh pembelajaran kawan. Aku percaya, aku akan menjadi lebih dewasa. Semangat menjalani hari-hari berikutnya yang sepertinya (dan memang) akan lebih berat :D.
Ketika aku tau apa yang membuatmu tertidur, aku bertekad untuk mengumpulkan uang dengan keringatku sendiri untuk mendapatkan uang. Aku tau, sahabatku ini perlu banyak stimulus dolar agar mau bangun kembali. Ibarat putri salju, butuh banyak ciuman dari pangeran tampan. Hahahahaha. Iya aku bertekad tak akan meminta uang mamah dan bapak. Tak tanggung-tanggung, aku malah menyembunyikan semua ini dari keluargaku. Aku merasa lebih mudah menjalani semua ini hanya dengan sepengetahuan sahabat-sahabatku kampus dan SMA. Nantinya, di detik terakhir, mereka juga tau tentang semua ini, dan aku merasa dengan taunya mereka tentang lepiku, semua menjadi sedikit lebih berat.
Iya aku kerja serabutan. Panen uang kepanitiaan yang senilai 1 dolar itu, ngelamar kerja di warnet yang mana sempat mengorbankan acara paling spesial kedua (menurutku) di SP2MP, yang akhinya aku ngga diterima juga, kerja jadi pengelola perpus, nabungin jatah bulanan ortu perbulannya, dan jualan rok. Syukur banget ini, aku dapet link bagus buat jualan rok, yaa ... J. Ini tak lepas dari adanya masalah kepenulisan telisik bul. hahahah :D. Kerja keras itu, membuahkan uang yang alhamdulillah lebih dari cukup untuk memasukkan sahabatku ini ke rumah sakit, bahkan sisa lumayan lah J. malah bisa buat nolong temen n tetangga J hahahah, (nindul n meses, peace ya...wakakakkaka)
Selain prihatin dengan masalah si lepi, aku juga prihatin dengan perkuliahan. Kerjaanku numpang leptop di sana sini. Aku terharu dengan sahabat-sahabatku... Mereka ada di saat aku senang dan menolongku saat duka saperti ini J. Ilma, nadhia, sekar, ninda, nisa .... kalian membuatku terharu. Merekalah yang secara langsung menolongku J.  Sibbil, kikik, bin, kalian memberiku dorongan. Makasih kawaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnn J Selain numpang mereka, aku juga sering numpang lepi sama kakak-kakak iparku. Maka tak heran bila di mana-mana ada folder kalo ngga ‘itok lagi susah’, ‘itok bastem lagi susah’, ya ‘ita bastem lagi susah’. Hahhaha... Ngga hanya itu, aku juga jadi penghuni setia perpus sampai larut malam. Untung di sana ada komputer dan tutup malem, jadi aku bisa sampe malam ngetik, browsing, baca materi dalam bentuk soft file di sana. UGM full of facilities J.
Ngomongin masalah bastem ni ya, ada sebuah cerita yang terlewatkan selama 3 bulan lepiku ini tidur, adalah adanya ‘sahabat’ baru yang lumayaaan dekeetlah, ya ngga perlu disebutin ya, udah tau lah ya anak fakultas sebelah J. Setelah tak pikir-pikir, dia datang ketika aku galau lepi. Lalu dia pun bisa dikatakan pergi ketika lepiku hendak bangun. Ya setidaknya makasih ya,,, sudah ada selama lepiku sekarat. Sayangnya, aku belum bisa menceritakan tentangmu pada lepiku ini selama aku mengenalmu dengan baik selama 3 bulan itu (ambigu) xixixiix. Setidaknya aku sudah sedikit dewasa masalah cinta hahahahah XD.
Tiga bulan yang sangat membuatku dewasa dalam menghadapi kehidupan. Kedewasaan juga dapat terjadi dengan adanya musibah lepi, dan berita duka tentunya. Berita duka tentang kepergian mbah wiji. Aku tak siap jauh dari mbak sum. Tapi pada akhirnya, aku menjadi mahasiswa penglaju kembali. Selamat saling jauh mbak sum, doakan aku cepet sukses, biar nanti aku datang padamu, mencarimu, dan berbakti padamu. Mbak sum, budeku yang aku anggap sebagai ibuku :D.
Kututup note malam ini dengan menghela nafas. Senen malam, tanggal 30 Juli 2012. Malam ini membuka kembali lembaran diari yang mungkin sempat usang di leptop. Sekaligus, menutup perjuangan praktikmum yang gila itu :D. Akhirnya aku tutup dengan mengucapkan, sayonara Praktikum Rempoooooong :D.

30 juli 2012
di kamarku yang masih berantakan (belum sempet bersihin gara-gara praktikum) 

Rabu, 27 Juni 2012

Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2!






Ada yang mengatakan bahwa, masa depan seseorang ditentukan oleh siapa temannya dan buku apa yang ia baca.  Buku dapat mempengaruhi dan menentukan kehidupan seseorang. Bila buku yang dibaca adalah buka yang memuat kisah-kisah inspiratif, sudah barang tentu orang-orang yang membacanya merupakan orang-orang yang inspiratif, mampu menginspirasi orang-orang di sekitar. Begitiu pula bila buku yang dibaca adalah buku pencerahan, sudah barang tentu juga orang-orang yang membacanya dapat memaknai hidup sesungguhnya dengan pencerahan-pencerahan yang ia dapatkan.
Ajahn Brahm melalui buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya part 2 ini, kembali mencerahkan pembaca, melalui 108 kisah inspiratif yang dibawakannya dalam bahasa yang apik. Setiap kisah dalam bagian ini, dapat dimaknai dan dipetik hikmahnya dalam kehidupan. Akan tetapi kembali lagi kepada pembaca dalam memahami isi buku ini. Well, siap-siap bagi pembaca bahwa buku ini akan membuka pikiran Anda semuanya.
Mungkin bila kita sakit dan berobat ke dokter, kita akan mengatakan “Dok, ada yang tidak beres dengan saya”. Itu sudah sering kita dengar, tapi coba, bila yang keluar dari mulut pasien seperti ini, “Dok, ada yang beres dengan saya”. Apakah selamanya penyakit itu harus dihindari? Siapa guru yang dapat mengajari kehidupan pada kita secara langsung? Ketika kita tengah sakit, sesungguhnya ada penangan yang mudah dan sederhana. Dengan menjadi bahagia kita akan sembuh. Berdamai dengan penyakit akan menyadarkan kita pada kehidupan ini. Diceritakan bahwa ada seorang yang bekerja di pertambangan, oleh karena suatu kecelakaan kerja yang disebabkan oleh kelalaian pekerja lainnya, ia kehilanagn salah satu kakinya. Hal yang menarik di sini adalah, dengan melepas, ia menerima semua ini. Bahkan kalau Anda ketahui, orang ini malah berterima kasih pada orang yang sudah membuatnya kehilangan kaki.
Adakalanya, kita perlu untuk meraih keheningan, kedamaian serta kebahagiaan. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain dengan melepas gubrisan, melepas pikiran yang suka mencari kesalahan, serta tidak banyak menyimpan pikiran yang negatif. Bisa juga karena kita menerima suatu kejadian tertentu, maka kita akan terbebas. Seperti membebaskan diri setelah kehilangan Harley, harta kita satu-satunya. Cara ketiga adalah dengan memberi tak mengharapkan kembali. Karena, pengetahuan itu hanayalah papan petunjuk, hanyalah arah, mereka bukanlah yang sejati.
Dikisahkan di sini, ada seorang pemuda yang hendak menikah. Maka pergilah ia mencari pasangan hidup. Setelah berhari-hari dan berminggu-minggu, bertemulah ia dengan seorang gadis cantik, tapi pemuda itu tak bisa menikahinya. Gadis itu tidak bisa memasak. Selanjutnya, pemuda itu bertemu dengan gadis cantik yang piawai dalam memasak, tapi pemuda ini pun tidak bisa menikahinya. Gadis ini bodoh. Selanjutnya, pemuda itu bertemu dengan gadis cantik, piawai dalam memasak bahkan memiliki restoran sendiri, cerdas tentunya, memiliki gelar doktor, tapi dengan gadis ini pun, pemuda itu juga tidak dapat menikahinya. Gadis ini mencari pria yang sempurna. Tentunya ada hikmah yang dapat kita petik dari kisah ini bukan? Dikisahkan pula, pada suatu ketika, seorang guru mengumumkan bahwa putrinya akan menikah. Sayembara yang dilakukan adalah, dengan mencuri apa pun barang milik penduduk. Bagi yang berhasil mengumulkan hasil curian paling banyak dalam waktu yang sudah ditentukan, ia akan menjadi pemenang, dan mendapatkan putri guru tersebut. Akan tetapi, sayembara ini juga bersyarat, saat mencuri, pastikan tidak ada seorang pun yang melihat mereka. Tebak saja, siapa yang memenangkan sayembara ini? Justru seorang yang tidak dapat mengumpulkan satu barang pun lah yang memenangkan sayembara ini. Dia mengatakan bahwa ketika ia hendak mencuri, ada yang memperhatikan dirinya, yaitu dia sendiri. Pentingkiranya bagi kita untuk bersahabat dengan diri sendiri. Menjalin persahabatan dengan diri sendiri, membuat kita tidak akan pernah bosan dan merasa kesepian, karena kemanapun dan dalam situasi apa pun, kita selalu bersama dengan sahabat terbaik kita, diri kita sendiri.
Di tengah kehidupan ini, pasti kita pernah merasakan adanya orang sulit yang hidup bersebelahan dengan kita. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi mereka seperti menerapkan prinsip bahwa kita tidak akan pernah bisa lolos dengan orang sulit ini, dan lebih melihat pada kesalahan, bukan orangnya. Dijelaskan pula dalam bab ini, bahwa menghindari pujian itu, sebenarnya merupakan bukti nyata bahwa selama ini kita dikendalikan oleh budaya kita. Dikisahkan pula tentang apa itu arti neraka sesungguhnya di kehidupan nyata. Apakah salah satunya adalah ketika kita marah?
Good? Bad? Who Knows? Bila pembaca dihadapkan dengan pernyataan seperti ini, apa kiranya yang melintas dalam benak pembaca? Bagaimana akhirnya seorang Raja selamat hanya karena kehilangan salah satu jarinya yang mana Sang Raja itu menyalahkan sang tabib, dengan hanya mengartikan kata-kata tadi? Good? Bad? Who Knows? Bagaimana pula Anda percaya, bahwa sepasang suami istri yang berkain rombeng, dapat mendirikan sebuah universitas dengan harta yang mereka miliki? Tentu ada banyak pelajaran di sini yang dapat kita petik bukan?
Ada satu cerita menarik, tentang seorang anak yang sedang bertengkar dengan ibunya. Bagaimanakah akhirnya, ketika si anak itu memutuskan untuk pergi dari rumah, dan si Ibu menyiapkan semua kebutuhan si anak dalam tas? Bagaimana kah kisah akhir yang dalam pelukan yang mengharukan tersebut?
Disebutkan, bahwa dengan keheningan, akan lebih memudahkan kita dalam berkomunikasi. Ketika kita hening, kita lebih mampu melihat, mendengar, merasakan, dan menyerap apa yang terjadi.
Pernahkah Anda mengerjakan sesuatu dengan terpaksa, sehingga dalam mengerjakannya sangat sembrono? Bila Anda pernah melakukan, dan pastinya pernah melakukannya, menurut Ajahn Brahm, Anda sebenarnya sedang membuang-buang waktu Anda. Pada kisah ini, pasti Anda akan sangat terkejut, bila mengetahui hanya dengan kedamaian dan keheningan, penyakit tumor pun akan sembuh. Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa?  
Kisah-kisah di atas, hanya merupakan sekelumit kisah dari keseluruhan kisah dalam buku ini. Ada pemaknaan yang lebih luas, ketika kita membaca buku ini secara keseluruhan. Sekali lagi, pemaknaan dan pencerahan tergantung dari pribadi pembaca. Bila menginginkan pencerahan dan pemaknaan mendalam terkait buku ini, pembaca dapat meminjam buku berjudul Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2 karya Ajahn Brahm ini di perpustakaan Koperasi Kopa UGM. Terimakasih.. VIVA KOPERASI KOPMA UGM!!! BRAVO!!!

by : itok