Minggu, 13 Januari 2013

Teks Al-Quran dalam Memahami “Tingkahlaku” Teroris

Dekonstruksi Derrida
Jacques Derrida merupakan filsuf keturunan Yahudi yang lahir pada 15 Juli 1930 di Aljazair. Pemikiran Filsuf ini termasuk dalam postmoedernis. Teorinya adalah dekonstruksi, yang menyita banyak perhatian filsuf lainnya. Akan tetapi sebelum membahas terlalu jauh tentang Derrida dan pemikirannya, alangkah lebih baik kita membahas Hermeneutika terlebih dahulu.
Hermeneutika oleh Gadamer merupakan suatu upaya untuk menafsirkan teks. Tafsiran ini dimaksudkan untuk mendapatkan pemahaman tertentu. Terdapat dua konsep inti di dalam hermeneutika Gadamer. Konsep inti tersebut adalah peleburan horison-horison (fusion of horizons). Konsep ini berisi penjelasan Gadamer mengenai proses penafsiran yang melibatkan isi asli teks sekaligus pikiran maupun perasaan orang yang membacanya. Selanjutnya, konsep kedua adalah lingkaran hermeneutik. Pada konsep ini berisikan penjelasan Gadamer tentang bagaimana proses untuk memahami suatu teks. Teks baru bisa dipahami manakala terdapat pemahaman dari tiap bagiannya. Untuk memahami bagian-bagiannya, perlu dipahami terlebih dahulu maknanya. Sehingga, setiap bagian dalam suatu teks memiliki koherensi.  Saat keduanya dileburkan, akan menghasilkan tafsiran yang menciptakan pemahaman yang baru.
Pemikiran dari Derrida memang terlalu sulit untuk difahami. Akan tetapi, terdapat dua kata kunci untuk memahami hermeneutik Derrida, antara lain adalah dekonstruksi dan Differance.
Menurut Derrida sendiri dekonstruksi bukanlah sebuah motode atau teknik atau sebuah gaya kritik sastra atau sebuah prosedur untuk menafsirkan teks. Dengan kata lain adalah sebuah metode sekaligus melampaui metode itu sendiri. Derrida mengadaptasi kata dekonstruksi dari destruksi Heidegger.
Mengubah realitas menurut Derrida berarti mengubah teks. Teks itu sendiri adalah realitas kehidupan manusia. Untuk mengubah realitas seseorang sebelumnya harus mampu memahami dan menggambarkan realitas. Ada keterkaitan yang mendalam antara menggambarkan (to describe) dan mengubah (to transform).
Dekonstruksi (metode dalam pembacaan teks) merupakan suatu metode pembacaan teks, yang menolak adanya absolutisitas tentang suatu kebenaran yang dikandung. Interpretasi atas suatu teks dipengaruhi oleh sejarah yang membentuknya, dan tidak ada makna final atau universal atas suatu teks. Menurut dekonstruksi Derrida hal-hal yang sudah benar dalam pembacaan teks, belum tentu benar demikian. Bila dilihat dari sisi sejarahnya ada beberapa hal yang tersembunyi. Suatu yang sudah dibenarkan menurut pendapat perseorangan Derrida dicoba untuk dipahami dengan sebuah dekonstruksi dimana dibalik kebenaran yang telah diyakini oleh semua orang tersebut terdapat suatu kontradiksi yang tersembunyi.
Konsep Derrida tentang dekonstruksi, secara implisit meramalkan suatu kekuatan superfisialitas dalam filsafat. Ramalan ini tersingkap dalam pendiriannya yang secara radikal menolak “logosentrisme ”, yaitu pemikiran tentang “ada sebagai kehadiran”. Logosentris di sini dapat diartikan dengan penafsiran teks yang didominasi kelompok atau perseorangan.
Bagi Derrida, dekonstruksi digunakan sebagai strategi filsafat, politik, dan intelektual dalam upaya membongkar modus membaca dan menginterpretasi yang mendominasi dan menguatkan fundamen hierarki. Dalam artian, dekonstruksi merupakan salah satu strategi untuk menguliti lapisan-lapisan makna yang terdapat di dalam "teks", yang selama ini telah ditekan atau ditindas. Bagi Derrida, tidak ada yang eksis di luar "teks", realitas sesungguhnya tidak ada karena semua realitas dikonstruksi secara budaya, linguistik atau historis, hanyalah "teks" saja. Oleh sebab itu, realitas terdiri dari berbagai "teks" dengan kebenaran yang plural. Maksudnya, tidak ada kebenaran universal. Sifat permanen tidak melekat pada teks. Sehingga, teks selalu bisa dibaca dan dimengerti dengan cara yang selalu berbeda. Dominan tidak berlaku di sini.
Differance berasal dari kata Perancis. Saat diucapkan pelafalannya persis sama dengan kata difference. Kata-kata ini berasal dari kata differer yang bisa berarti “berbeda” sekaligus “menangguhkan/menunda.” Dalam membedakan makna differance dan difference, kita tak hanya dengan mendengar ujaran karena pelafalannya sama, tetapi harus melihat tulisannya. Ini membuktikan tulisan lebih unggul daripada ujaran, seperti apa yang dipikirkan Derrida.
Di sini Derrida menunjukkan kelemahan dari ucapan untuk mengungungkapkan makna dengan menggunakan kata différance. Differance berasal dari kata difference yang mencakup tiga pengertian, yaitu:
1. to differ  untuk membedakan
2. differe (Latin) untuk menyebarkan,  
3. to defer untuk menunda.
Konsep diffĂ©rance ini sendiri dilatarbelakangi dengan adanya keinginan Derrida untuk mencoba menemukan bagaimana bahasa mempunyai arti. Saat itu, ia tidak puas dengan jawaban yang diberikan oleh kaum modernis yang sering keliru karena meletakkan ”arti” dalam kekuatan rasio. Terlebih lagi, kalimat manusia sering digunkaan untuk menggambarkan realitas yang sebenarnya dalam kehidupan manusia. Di sini, jalan bagi Derrida untuk mengkritik tradisi barat. Mereka (tradisi barat) menyatakan bahwa tulisan hanyalah gambaran atau representasi dari ucapan manusia. Hal ini  dikarenakan ucapan lebih langsung sifatnya dibandingkan dengan tulisan.

Memahami Dekonstruksi Derrida dalam Kacamata Islam
Dekonstruksi Derrida sendiri bila diulik dari kacamata agama, mempunyai dimensi teologis. Dekonstruksi lebih menunjuk pada ketidakmungkinan untuk membicarakan Tuhan karena pengaruh dan efek dari difference muncul dari penghormatan yang lain. Selanjutnya, dekonstruksi memperlihatkan dalam mencapai kebenaran atau kebenaran yang-tak-mungkin, berasal dari tidak adanya lagi horizon pemaknaan yang dapat dibangun untuk mengetahui kebenaran.
Derrida juga berbicara tentang iman akan yang tak-mungkin. Derrida merasakan hasrat yang lain dalam arti hasrat dan gairah religius yang melampaui dogma. Ini dapat dibuktikan dengan pengalaman religius Derrida yang menganut agama Yahudi sejak kecil, tetapi akhirny beralih dari agama Yahudi dan masuk ke 'agama tanpa-agama' yaitu agama yang lebih merupakan pengalaman religius dan cara pandang dalam mendekati Ilahi sebagai yang-tak-mungkin.
Mari kita ambil satu kasus dalam pemahaman dekonstruksi Derrida ini. Bom Bali tahun 2002 di Legian dan berbeagai aliran dalam agama Islam contohnya. Pemboman ini dilakukan oleh teroris, yang notabenenya berasal dari kaum muslimin. Agama Islam adalah satu kepercayaan dengan satu kitab, akan tetapi bercabang menjadi banyak sekali aliran (70 sekian).  
Agama Islam memiliki kitab suci Al-Quran. Islam yang notabenenya memiliki hanya satu kitab suci, tetapi memiliki hampir 70 sekian aliran, seperti NU, Muhammadiah, HTI, LDII, dan yang sangat mengundang perhatian publik adalah, munculnya aliran baru yang diyakini sebagai aliran sesat, Ahmadiah. Hal demikian terjadi karena, penafsiran dari ayat suci atau yang kalau disebut Derrida di sini teks adalah berbeda-beda setiap orang dan golongan. Perbedaan tersebut dikuatkan oleh masing-masing golongan yang percaya, dilestarikan, hingga dalam satu agama Islam memiliki banyak aliran.
 Sayangnya, penafsiran teks ini juga melahirkan aliran sesat, bahkan sampai ada juga yang mengaku sebagai nabi terakhir. Yang menjadi pertanyaan bila dipandang dari teori dekonstruksi, apakah “tersangka” yang dipenjarakan karena mengaku sebagai nabi terakhir ini benar-benar nabi? Di Al-Quran sendiri tertulis nabi terakhir adalah nabi Muhammad SAW. Itulah yang nampak pada realitas kita sebagai orang kebanyakan. Jangan-jangan hanya kita saja yang salah mengartikan, bahwa nabi terakhir yang ditulis di teks kitab suci adalah Nabi Muhammad? Atau jangan-jangan “tersangka” itu saja yang sudah salah mengartikan teks Al-Quran tersebut? Si “tersangka” dapat berkata demikian, karena dia tidak menelan mentah-mentah begitu saja apa yang ada dalam teks Al-Quran. Dia mencoba mengkritisi pemaknaan bahasa di balik realitas tersebut. Yang menjadi permasalahan adalah, sebuah pertanyaan besar kita, siapa yang benar dan salah dalam mengartikan teks Al-Quran di sini? Mengingat, pemaknaan berbeda dalam teks Al-Quran juga tidak terdapat dalam aliran-aliran di agama Islam dan pengakuan manusia “tersangka” sebagai nabi terakhir ini saja.  
Di dalam kitab kuning tersebut juga, Tuhan memberikan wahyu bahwa penganut agama Islam hendaknya memerangi orang kafir. Dalam sejarah Islam, banyak sekali perang antara kaum muslimin yang dikomandoi Nabi dan Rosul untuk memerangi kaum Kafir Quraisy. Alhasil banyak sekali teroris berkedok kaum muslim melakukan penyerangan tersebut dalam bentuk pemboman suatu tempat, seperti Bom di Legian Bali, Hotel JW Mariot, dan masih banyak lagi. Lokasi Legian Bali sendiri dipilih karena, di Legian terdapat banyak kafe, diskotik, bar, hotel, dan tempat-tempat hiburan malam lainnya yang dianggap teoris sebagai tempat berkumpulnya kaum kafir. Maka tak tanggung-tanggung teroris mengebom tempat tersebut, yang mereka namakan sebagai memerangi kaum kafir.
Dalam hal ini, teroris sudah menyalahi aturan. Apakah benar demikian? Atau kita saja yang sudah salah memahami perintah Al-Quran? Menurut Derrida, kita tidak bisa menelan mentah-mentah suatu teks. Di suatu kebenaran, pasti terdapat kebenaran lainnya. Iya, memang benar bahwa kaum muslim diperintahkan untuk memerangi kaum kafir. Tapi coba sama-sama kita tilik pada penafsiran teks lainnya. Perintah itu turun di zaman sejarah, dengan kondisi yang sudah jauh berbeda dengan sekarang ini. Zaman sejarah adalah zaman di mana masa perjuangan penyebaran Islam yang diwarnai dengan perang, sehingga untuk bertahan pun harus dengan strategi perang juga. Tentu hal tersebut berbeda dengan zaman sekarang bukan? Terlebih lagi, pemboman di Legian bali ini juga sama-sama merengut nyawa beberapa kaum muslimin yang tidak berdosa. Lalu, sebenarnya teroris itu adalah sekumpulan manusia penderita psikopat, ataukah sekumpulan orang yang salah menafsirkan teks Al-Quran? Atau bahkan, mereka adalah sekumpulan manusia yang sudah benar dalam menafsirkan teks Al-Quran?
Pelajaran yang dapat kita ambil di sini, adalah tentang pilihan kita secara moral. Seperti yang dikatakan Derrida, kita boleh dan dibebaskan mengartikan suatu “teks” dengan berangkat dari balik realitas tersebut. Akan tetapi, setidaknya pemikiran kita harus bisa dipertanggungjawabkan. Apakah kita akan mengartikan suatu “teks” dengan mengambil tindakan yang bisa merugikan orang lain, atau tindakan yang bisa bermanfaat dan membuat orang lain merasa nyaman.



* saya jadi bertanya-tanya???


RESUME OF Open Your Eyes, Your Mind, Your Heart, Your Hands, And Change Your Life





1.      Saat ini adalah Masa Depan
Anak kecil, ketahuilah Bapak tidak sedang bekerjakeras tetapi Bapak hanya bekerja. Dan yang membuat Bapak gembira adalah karena apa yang Bapak kerjakan sesuai dengan keinginan hati Bapak.
Masa lalu adalah lukisan yang telah kusam sedangkan masa depan adalah lukisan yang abstrak dan saat ini adalah lukisan yang paling nyata.

2.      Tidak Ada yang tidak Berguna
Bukan tidak berguna kitalah yang belum sanggup mengungkapkan manfaat dari hal yang kita anggap tidak berguna.

3.      Hidup itu membutuhkan Kerjasama

4.      Syukurilah Hidup Ini
Sekecil apapun bagi orang yang bersyukur selalu lebih dari cukup. Namun sebanyak apa pun Bagi orang yang Tamak tetap saja merasa kekurangan.

5.      Jangan Meremehkan Orang Lain

6.      Melupakan Kebaikan diri dan Kesalahan Orang Lain
Dua hal yang harus Dilupakan dalam hidup ini adalah kebaikan kita kepada orang lain dan kesalahan orang lain terhadap kita.
Sebelum kita menghitung kebaikan yang telah kita lakukan sebaiknya terlebih dahulu kita harus menghitung kesalahan yang pernah kita perbuat.

7.      Kerjalah Hari ini Liburlah Esok
Waktu Bekerja bagi orang malas adalah besok dan hari ini adalah hari liburnya.
Bila kita mempunyai kesempatan untuk bekerja hari ini KERJAKANLAH Karena esok belum tentu ada kesempatan yang sama.

8.      Biarkan Orang Lain yang Menilai
Siapa pun diri kita biarkan orang lain ynag menilai. Dan penilaian mereka SELALU BENAR karena mereka lebih jelas melihat kita dibandingkan diri kita sendiri.

9.      Hidup Sewajarnya
Kebahagiaan Tidak terletak pada Hidup yang berlebihan tetapi Ada pada hidup yang berkecukupan.
Jika kita mampu hidup sewajarnya berarti kita telah berhasil mengendalikan hawa bafsu.

10. Ikhlas
Kebahagiaan ada pada setiap kebaikan. Melihat orang yang menerima kebaikan kita terlepas dari kesusahan kita pasti merasa bahagia.

11. Bhakti
Jika ingin hidup bahagia, bahagiakanlah kedua orangtuamu dengan restu mereka sesuatu yang tiada bisa menjadi bisa.

12. Menjadi Lebih Positif
Kebahagiaan itu letaknya di pikiran.

13. Kritiklah Aku
Kritik itu ibarat cermin yang mampu menembus pandang sesuatu yang tidak nampak di depan.

14. Tersenyumlah
Senyum adalah obat yang paling mujarab untuk mengobati penyakit hati dan dengan senyum masalah berat akan menjadi ringan serta masalah kecil pun lenyap.
Kisah tentang kakek separuh baya yang nampak muda, di mana menghadapi segala likaliku kehidupan dengan senyum.

15. Gagal = Tambah Kaya

16. Jujur = Sukses

17. Jangan Berhenti Belajar
Untuk sukses kita tidak perlu menjadi orang pintar melainkan kita cukup menjadi orang yang mau terus belajar.







Sabtu, 12 Januari 2013

RESUME OF BUSH & HITLER








     Buku ini merupakan buku politik. Dari sini aku mulai sedikit faham akan politik Hitler. Di sini diterangkan bahwa Hitler dan BUSH Memiliki kesamaan, namun masih bisa dibilang lebih kejam Hitler. Selama hidupnya, Hitler sudah membunuh lebih dari 30 juta orang.

     Masa kecil Hitler bisa dibilang cukup mapan, lantaran ayahnya lumayan kaya. Hitler pandai di atas rata-rata, dia ingin menjadi seniman, tapi ayahnya menginginkan lain. Ketika ayahnya meninggal lalu disusul dengan ibunya, kehidupan Hitler benar-benar berubah. Dia masuk ke universitas seni, setelah harta warisan habis, dia tidak mau bekerja, maka dia memutuskan untuk tinggal di penampungan gelandangan. Mulai dari sini, dia memahami gagasan politik yang ekstrim. Dia menyadari kemurnian ras Arya, dan menganggap ras lain seperti Yahuni itu rendah. 

     Meletuslah PD1. Hal ini dimanfaatkan Hitler untuk masuk angkatan militer, guna memperbaiki perekonomian. Pada PD 1 itu Jerman mengalami kekalahan, Hitler pun masuk rumah sakit dan sempat mengalami kebutaan. Dia berpendapat bahwa kekalaah bangsanya adalah karena ras Yahudi. Maka dia bertekad untuk memajukan bangsanya.

     Dari pangkat kopral, Hitler tidak pernah naik pangkat lagi. Tapi dia mengasah kelihaiannya dalam berorasi di depan publik. Sampailah dia diamanahkan untuk menyelidiki suatu partai. Partai Nazi merupakan fokusnya. Di sini dia menemukan kesamaan dengan Nazi. Hitler lalu berusaha  mendapatkan tempat di Nazi.

     Setelah mendapatkan tempat di Nazi, Hitler terus berusaha sampai mendapatkan posisi sebagai kanselir. Dalam menjadi kanselir, konon  Hindenburg di rayu oleh putranya, Oskar. Dengan jabatan ini, Hitler semakin menjadi. Dia menawarkan perbaikan ekonomi Jerman yang carut marut karena Krisis PD 1, dimana terjadi surplus karena pencetakan uang berlebih.

        Kalah dari PD 1, Jerman harus melaksanakn suatu perjanjian, Versailes, di mana beberapa isinya adalah dilarang untuk menambah kekuasaan, menambah jumlah tentara melebihi batas yang sdah ditentukan, dan melaksanakan wajib militer. Tapi semua itu dilanggar oleh Hitler. Dia berambisi mendapatkan kejayaan Reich ketiga, jaya seribu tahun. Lalu Hitler pun gencar melaksanakan serangan. Dalam krisis tersebut, Hitler mendapatkan dana untuk melaksanakan perang adalah tak lain dan tak bukan dari penanaman modal dari AS (BUSH). Konyol sekali, notabenenya, perang juga akan digencarkan di AS, tapi uang sudah membutakan segalanya. Hal ini karena AS berangkat dari pikiran bahwa Jerman merupakan pusat Industri nomor satu kala itu.

      Semasanya, Hitler melaksanakan Holocoust, pemusnahan kaum Yahudi. Hetler jugalah yang menyulut PD , hingga akhirnya ia meninggal karena bunuh diri dengan menembakkan pistol ke kepalanya, sementara gundiknya, meninggal karena memakan racun. Konon Hitler meminta agar jasadnya dibakar, agar musuh tidak menemukannya.

     Sepeninggalan Hitler, muncullah Hitler lain, yaitu Bush. Sama seperti Hitler, Bush suka memanfaatkan kesempatan. Jika Hitler memanfaatkan krisis akibat PD 1, Bush memanfaatkan Pemboman WTC atas Sadam untuk membomi negara-negara Islam.  Dia memenjarakan banyak orang, yang diduganay terlibat dalam tindakan teroris, dan merahasiakan siapa saja yang sudah ia penjarakan. Dalam penjara pun, dilakukan penyiksaan yang seharusnya tidak diperbolehkan, serta tahanan yang tanpa didampingi pengacara. Kesamaan lainnya, mereka suka mengadakan perjanjian, lalu mengingkarinya. Sering membuat dan membatalkan serta memutus hubungan diplomat.

9 Summer 10 Autumns



           Sebuah novel penyayat jiwa yang melecut semangatku. Semangat Iwan serta kakak adiknya, tentang kisah yang dapat membunuh kemalasan dan kengantukanku. Karena apa? Karena novel ini merupakan sebuah novel yang menceritakan tentang perjuangan seorang anak supir miskin yang sanggup sekolah tinggi hingga dapat tempat kerja bergengsi. Diceritakan, Iwan ini lima bersaudara, dengan sisanya adalah perempuan semua. Kelima saudara ini rajin, saling mengasihi, pandai, dan pekerja keras. Tangan-tangan kecil mereka sudah membantu meringankan beban orang tua mereka, hingga dapat penghasilan yang dapat membantu kebutuhan sekolah.

         Setelah membaca kata, tangan-tangan kecil, entah mengapa aku termotivasi untuk menjadi pekerja keras. Diceritakan pula, bahwa mereka bisa dibilang sekolah sambil kerja. Nah, di sini semakin menguatkan aku untuk kuliah sambil kerja. Aku berpikir, orangtuaku pasti tidak akan mengizinkannya, tapi novel inilah yang membuatku rada “badung” untuk sejenak melupakan larangan orangtuaku tersebut. Oke, mereka emang tak setuju aku kerja, tapi aku dapat bernafas lebar sampai saat ini juga karena berlandaskan ‘kenekatan’. Aku tahu ini yang terbaik untukku. Karena aku punya tekad. Karena aku ingin mandiri. Karena aku punya tujuan. Karena aku ingin kuliah dengan mandiri, dengan biaya sendiri.  Percaya saja padaku, karena aku akan mempertanggungjawabkan keputusanku. Aku akan berusaha memperbaiki prestasiku yang sedikit turun di semester 2 lalu.


        Secara garis besar, novel ini menceritakan sebuah perahu kecil yang terus berlayar. Dia terus melaju, karena bila dia berhenti dan ragu, hanya badailah yang akan ditemui. So, meskipun perahu itu yang notabenenya anak rumahan, jarang main, ternyata mampu juga dia berlayar sampai New York. Lalu dengan apa dia melaju? Adalah dengan cinta kasih ibunya. Dengan kasih sayang dan kepedulian serta doa kakak adiknya. Dengan keprihatinannya. Dengan tangan-tangan kecilnya. Dengan hasil kerjanya yang memuaskan, banyak pihak yang puas hingga mendapat tawaran kerja ke New York.



        Dengan membaca novel ini, tentu saja aku semakin mantab untuk kuliah sambil kerja, serta mengusir kemalasanku saat bekerja. Mulai sekarang aku adalah Ita yang pekerja keras, seperti tangan kecil kakak pertama Iwan . Aku juga jadi tahu adanya tempat indah di Tailand bernama Venesia. Aku pun tahu beberapa tempat di New York seperti SoHo, Grand Central, time square, the statue of liberty, central park, adanya perusahaan multi nasional bernama Nielsen, dll. Dalam lingkup kecil seperti kota Batu pun, aku tahu adanya gunung Panderman, serta puncak Rinjani di Lombok.


Terimakasihhh. Ditulis oleh seorang anak rumahan yang sebentar lagi akan menaklukkan Puncak Tertinggi jawa  Itok Bastem.

MERABA INDONESIA



Adalah Farid Gaban dan Ahmad Yunus. Dua wartawan yang melakukan perjalanan mengelilingi nusantara yang mereka namakan “Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa”. Dalam ekspedisi “gila” kelililing nusantara ini, merkea hanya menggunakan Honda win 100 cc dan hampir memakan waktu selama satu tahun. Keduanya memang berbeda generasi, tetapi selera adrenalin mereka sama.

Novel ini dapat membuka wawasan kita, menjadi kacamata atas kesungguhan yang terjadi di tanah nan jauh sana. Tanah satu bangsa kita. Tanah yang entah berantah jauhnya. Selama ini kita hanya dapat melihat keterpusatan pembangunan. Pembangunan di Jawa yang hanya menggadaikan daerah-daerah lainnya. Ini menimbulkan keironian yang menyebutnya sebagai musibah. Keterkosentrasian pembangunan darat tanpa menyentuh laut, padahal pemabangunan laut sendiri dapat menjawab kemiskinan Indonesia lewat kekayaan baharinya. Bila kita mau belajar dari Flores, di sana terdapat pengolahan mete secara organik. Ini dibantu oleh LSM dari Swiss yang bernama Swisscontack. LSM ini membantu dalam hal menejemen, lahan pertanian, pengolahan, sampai pemasaran. Hal ini sangat berbeda dengan Watakobi yang sangat kaya akan keragaman hayati. Watakobi seperti tak tersentuh kebijakan, pembangunan serta pemberdayaan bangsa ini. Menghadapi jalur transpertasi yang keadaannya sangat jauh dengan Jakarta dan Pulau Jawa. Melihat kenyataan mirisnya transportasi laut bila dibandingkan dengan transportasi darat.

Kenyataannya, peraturan yang ditetapkan di Jakarta sama sekali tidak sesuai bila ditetapkan di Luar Jawa. Pada ekspedisi ini, 2 wartawan ini banyak bertemu dengan orang terlupakan atau justru di lupakan di nusantara ini, yang justru merekalah yang memperkaya bangsa. Setelah keliling Amerika Latin dengan sepeda motornya, Che Gue Vara mengobarkan revolusi Kuba. Setelah berkeliling ke beberapa penjuru dunia, Tintin dan anjingnya menggambarkan keunikan karakter manusia setiap tempat yang mereka kunjungi. Di sinilah, lewat perjalanan ini Ahmad Yunius dan Farid mencoba untuk mengungkap misteri kekayaan tersembunyi di nusantara. Memaparkan betapa sesungguhnya kita kaya, dan betapa sesungguhnya kita mudah menjawab kemiskinan rakyat kita.


SUMATERA
Sumatera, tanah Swarnadwipa. Pulau ini merupakan pulau terbesar ke enam di dunia. Di pulau ini, Yunus menjumpai budi daya ikan kerapu di Pulau Pahlawang, orkestra lumba-lumba di Teluk Kilauan. Menjumpai kebudayaan tato di kepulauan Mentawai. Mentawai juga memiliki hutan dan satwa endemik. Di sini juga terdapat ombak terbaik di dunia, dan di sinilah Charles Darwin merumuskan teori seleksi alam atau teori evolusi. Di pulau sumatera ini pula, kita dapat menemukan Pulau Engano, pulau keliru. Pulau Engano dikatakan pulau keliru, karena dulu portugis mengira ini adalah Pulau Maluku, tetapi ternyata mereka salah.

Pulau Nias. Wisatawan mengenal pulau ini melalui ombaknya, sepanjang 1-2 m. Terdapat juga Omo Hada, rumah kepala suku yang sanggup bertahan 300 tahun tanpa paku dan langit-langit. Betapa kaya bangsa ini, Omo Hada termasuk dalam World Endangerd Heritage. Terdapat juga Pulau Midai. Di sini terdapat koperasi pertama, yang bernama Ahmadi & Co. Usaha pada koperasi ini dapat membuka cabang di Singapura. Pulau Sumatera ini, tentang rumah kayu di atas laut yang terdapat di Natuna. Tentang Masjid Raya Natuna yang bentuknya hampir menyerupai Masjid Taj Mahal. Natuna, termasuk pulau penghasil gas terbesar di dunia. Dan ini yang menyakitkan, banyak sekali ditemui nelayan yang menyelam hanya dengan menggunakan kompresor.


KALIMANTAN

Pulau Kalimantan sangat identik dengan Sungai Kapuas. Kapuas merupkaan sungai terpanjang di Indonesia. Melihat kenyataan ini dalam benak kita pasti terdapat bayangan sungai dengan arus deras mengalir, yang mana jernih airnya dapat memantulkan wajah kita yang mengaca di atasnya. Tapi jangan salah! Saat surut, sungai ini bak lapangan sepakbola yang memanjang.

Kalimantan dikatakan oleh Yunus tengah menuju kehancuran. Kalimantan yang dalam bayangan begitu hijau oleh jutaan hutan dan pohonnya, tidaklah sedemikian. Banyak dijumpai asap tebal membubung ke udara, angin kering menyeruak kuat, dan terik matahari membakar tanah gambut. Sayangnya, gambut menyimpan bara yang bisa menyulut api kapan saja. Kebakatran hutan terjadi di mana pun dan kapan pun. Per tahun, jumlah hutan selalu berkurang di Indonesia.

Daerah tambang juga bertebaran di pulau ini. Seperti Martapura contohnya. Kita akan mengetahui bahayanya teknik pengeboran dengan mesin tanah, untuk mencari intan bila dibandingkan dengan teknik tradisional. Cara pengeboran tradisional sendiri meliputi pembuatan lubang vertikal, lalu dilanjutkan secara horisontal.
Yunus juga menjumpai budidaya benih bakau di Sangatte dan juga pengembangan rumput laut. Merasakan betapa romantisnya dapat berenang di antara ratusan ubur-ubur. Di danau Kakaban, ubur-ubur dengan jenis Mastigias Papua dan Aurelia tidak dapat menyengat. Keduanya sangat kenyal. Ikan-ikan kecil berlarian di antara alga hijau. Pulau Kakaban termasuk pulau langka. Evolusi yang terjadi telah melibatkan proses fisika, kimia, dan biologi yang rumit nan panjang. Biota laut (ubur-ubur, alga, dan lainnya) harus menyesuaikan diri dengan ekosistem yang terbentuk. Inilah yang membuat ubur-ubur kehilanagn sengatannya. Unesco sendiri telah menasbihkan Kakaban sebagai warisan dunia. Borneo memang memiliki rahasia di dalam alamnya yang hampir rusak. Di sini, kita juga masih dapat melihat Manta Ray yang menyerupai elang, menari-nari di atas laut.

Sebagaimana kita tahu, Pulau ini bersebelahan dengan Negeri Jiran. Negeri yang sering bermasalah dengan bangsa kita. Tapi mari kita lihat kenyataan yang terdapat di pulau yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Pulau Sebatik. Pulau ini menskipun termasuk dalam kekuasaan RI, tetapi di pulau ini menggunakan mata uang ringgit sebagai penggerak roda ekonomi. Pulau ini juga sangat bergantung dengan roda ekonomi Tawau (Malaysia). Faktanya, harga barang-barang di Tawau lebih murah daripada Nunukan dan Tarakan. Sebatik, merupakan etalase Indonesia di wilayah perbatasan. Pulau ini, terlupakan atau justru dilupakan? Fakta, Negeri Jiranlah yang membuat mereka bertahan sampai sekarang.

Masih teringat dalam benak kita. Pada dekade 60an, Soekarno mengobarkan konfrontasi dengan Malaysia, “Gahnyang Malaysia”. Tapi mendadak, perdaganagn di kepulauan Riau lumpuh. Malaysia menutup perdagangan kopra. Konflik yang terjadi di jajaran pemerintahan kedua belah negara tersebut, menjadikan rakyat kecil sebagai tumbalnya. Padahal, ketika birokrat-birokrat ke dua negara terebut berseteru dan saling mementingkan egonya, rakyat di Sebatik dan Tawau masih saling bergantung. Mereka masih saling berinteraksi satu sama lain, seakan tidak terjadi perselisihan antar negaranya.


SULAWESI

Bila membahas mengenai Pulau Sulawesi, ingatlah Bulukumba. Bulukumba ini terkenal dengan seniman pembuat pinisi. Permintaan banyak datang dari Luar Negeri, tapi ironisnya dalam negeri justru permintaan sedikit. Kemampuan ini dimiliki dan diwarisi secara turun temurun.

Di sini, kita juga akan tahu, bahwansanya sektor kelautan merupakan aset masa depan, bayang-bayang kekayaan bila dimanfaatkan dan diolah dengan mekanisme yang baik. Terumbu karang mendatangkan keuntungan pendapatan US$ 1,6 miliar/tahun. Indonesia sendiri memiliki 18% terumbu karang dunia, keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, 2.500 jenis ikan, 590 jenis karang batu, 2.500 jenis moluska dan 1.500 jenis udang. Iya, bangsa ini sangat kaya dan ironisnya masyarakatnya banyak yang miskin. Bagaimana bisa? Kemana kekayaan itu? Diambil siapa? Dikuasai siapa? Siapa yang bisa menjawab pertanyaan sederhana ini?

Di sulawesi juga ditemui istilah janda kompresor. Menyelam menggunakan kompresor sendiri sangat tidak dianjurkan, karena dapat menyebabkan kram, kelumpuhan, bahkan kematian. Mereka yang dijuluki janda kompresor adalah mereka yang ditinggal mati suami karena menyelam dengan menggunakan kompresor. Terdapat juga Suku Bajo. Suku Bajo termasuk penjelajah tradisional yang handal. Sayangnya, suku ini sering mengalami kekerasan dan diusir bila menetap di satu pulau. Mereka sendiri membangun perkampungan di Kadelupa, di tengah laut. Mereka juga memilih untuk tidak tinggal di darat karena ada pandangan buruk tentang darat. Mereka membangun perkampungan sendiri dengan cara yang unik, mengumpulkan bebatuan, karang dan pasir untuk didirikan fondasi bangunan. Teknik menangkap ikan secara tradisional juga terdapat di Pulau Toga. Bentuknya menyerupai arah petunjuk jalan. Teknik ini terikat dengan aturan adat, yang mana ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Di Sulawesi juga, bisa dibilang kita dapat melihat suatu bentuk kekecewaaan dari sebuah janji. Entah, apakah ini janji untuk kepentingan politik? SBY pernah berjanji pada pulau-pulau terluar Indonesia. Di Miangas, beliau berjanji akan mendirikan bandara. Lima tahun kemudian, gedung logistik, puskesma, dan tangki bahan bakar memang banyak berdiri. Tapi sayangnya pembangunan tersebut tidak berjangka panjang dan berkelanjutan. Untuk bandara sendiri, masyarakat setidaknya sudah mengorbankan lahannya untuk pembangunan tersebut. Tapi sayangnya, tak ada kabar lagi terikat pembangunan bandara tersebut. SBY sendiri, setelah mengucapkan janjinya tidak mengunjungi tempat ini.

IRIAN JAYA

Terdapat Pulau Waigeo, sebuah pulau di Irian Jaya yang kaya dengan burung-burung. Masyraakat Ayau yang memiliki kearifan lokal “Sasi”. Sasi ini berlaku di darat dan di laut, mengatur tentang kepemilikan dan pengelolaan SDA.
Inilah yang dicari di Pulau Irian Jaya, Raja Ampat. Sangat mengagumkan melihat eksotisnya deretan kepulauan Raja Ampat. Raja Ampat memiliki empat pulau besar, yaitu Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool. Tarian lumba-lumba, dan panorama yang menyedapkan mata. Pemandanagn Raja Ampat sangat eksotis bila dinikmati sambil snorkeling di bibir pasir putih yang airnya sendiri mengkristal karena sengatan matahari.

Jumat, 04 Januari 2013

4 januari

#Saat ultah Nine
Ini adalah novelku yang pertama... Novel karya kami.. Ditujukan untuk sahabat kami yang tengah genap berusia 20 tahun, Nine.....

Setelah mengalami penggodogan yang cukup panjang dalam segi konsep, ide cerita, keredaksionalan dan finishing, akhirnya novel karya kami bertiga diterbitkan pada pukul 18.57 WIB pada tanggal 3 Januari 2013 di rumah Bin... Selanjutnya pada 4 januari 20.18 WIB bertempat di Garden Kafe UNY secara resmi kami menyerahkan novel tersebut pada Nine. Saat novel itu dibuka, nampak pada halaman pertama ... Untaian kalimat yang sambung menyambung dalam bait-bait paragraf serta foto-fotonya tempo dulu yang masih unyu menyapanya ..... Sontak Nine memeluk Bin dan menangis....Aku pun bilang, “Bin, hati-hati bajumu, entar basah kena ilernya Nine “

Novel kami berjudul “Bersama” yang diterbitkan oleh PT Tak Tau Adat. Judul “Bersama” di sini memiliki filosofi. Lewat novel ini kami mengisahkan, bagaimana awal kebersamaan kami yang dimulai waktu SMA. Lalu mungkin seiring dengan berjalannya waktu, terkadang kami bersama dan juga berpisah. Kami sama-sama mencoba untuk bersama dengan yang lainnya dulu. Waktu terus bergulir...... Kami sudah menyandang predikat mahasiswa. Waktu yang menjawab, bahwa pada akhirnya kini kami kembali bersama. Kami mewarnai kebersamaan kami dengan backpakeran, yang mana di situ kami sama-sama pekok, sok tau, ngeyel, keras kepala, TAK TAU ADAT, dan lebih seringnya kami kembali ke peradaban normal dengan perekonomian PORAK-PORANDA.

Novel ini milik kami bertiga, Ipus, Bin dan Nine, yang dengan sedikit memaksa kami singkat menjadi BIN (Bin, Ipus, Nine). Novel ini semacam Tetralogi, di mana ada kelanjutan cerita untuk edisi ke-n selanjutnya. Novel pertama adalah edisi “Awal Bersua hingga Negeri di Atas Awan”. Lalu, edisi pada novel kedua adalah “Karimunjawa dan Tempat Eksotis Lainnya”. Segera menyusul edisi “Bersama” yang lainnya....

Kami memang tak bisa memberikan Nine kado dalam hitungan rupiah. Kami tak bisa memberikanya kado mahal yang spesial. Kami pun tak bisa memberikan kado dengan ukuran yang melebihi ukuran badannya. Tapi kami bisa memberikan karya kecil kita bertiga, yang akan dikenang sepanjang masa untuk anak cucu kita :D. Selamat ulang tahun Sahabat Kami, Ninda Arus Rizky Ratnasari....

#Pulang ke Rumah
Aku kembali pulang larut malam ini. Seperti biasa, Ibuku masih terjaga menunggu kepulanganku. Baru setelah aku sampai rumah dan mengetahui keadaanku baik-baik saja, Ibu baru beranjak istirahat. Ibuku memang rada parnoan... Belakangan aku tahu, ada dua alasan besar yang mendasari ijin untukku kos. Pertama, Ibu sudah capek pikiran untuk selalu menunggui kepulanganku di malam hari. Kedua, adalah karena aku sekamar berdua dengan Nadhia.........

Ibuku, sama dengan ibu pada umunya. Ibuku adalah perempuan desa, yang sangat cantik di mataku, sayangnya gen ibu hanya diwariskan untuk Mas Dedi, bukan kepadaku juga Mas Hadi. Ibuku, beberapa sikapnya diwariskan padaku, seperti sikap rempong dan cara ngomong yang tidak jelas. Terimakasih untuk Ibu, dengan mengenal Ibuku, aku bisa tumbuh bermetamorfosis...

Yang menjadi pembeda ibuku dnegan ibu pada umunya adalah. Keherananku padanya. Entah mengapa, ketika aku memikirkan sesuatu hal, pasti Ibu juga sedang memikirkan hal itu. Saat aku capek untuk menjadi mahasiswa komuter contohnya, entah mengapa ibu tiba-tiba menanyakan padaku, apakah aku bermaksud untuk menjadi anak kos. Saat aku galau masalah cowok kemarin, secara tiba-tiba ibuku bertanya siapa yang sedang dekat denganku.... Kenapa juga saat aku berkata sangat lirih yang mungkin semut pun tak dapat mendengarnya, Ibuku dengan sangat jelas mendengarkan kataku itu..

Ibuku, ibu adalah ibu yang suka galau dan sering berkata plin plan. Sebelumnya khawatir bila aku dekat dengan cowok..tapi menanyakan dan berharap aku dekat dengan seseorang. Kadang-kadang pula ibu panik sendiri kalau aku dekat dengan seorang cowok.. Dan tiba-tiba pula ibu bertanya bagaimana perkembangan kedekatanku dengan cowok? Kapan diajak ke rumah. Oh Ibu, Ibu adalah Ibu tergalau yang tersayang bagiku :D.

Ibuku, ibu adalah ibu yang meski sudah tau kesalahan anaknya, terkadang menutupinya dari khalayak. Ibu tetap membelaku, meski rasa kecewa tersimpan rapat dalam hatinya.

Ibuku, ibu adalah ibu tersayang. Memberikan waktu panjang untuk putrinya istirahat. Ibu tak pernah marah ketika setiap hari aku bangun di atas jam 7 :D. Ibu teladan untuk semua ibu, tapi tak akan kuterapkan untuk anak-anakku kelak. Aku tak ingin orang lain hidup seenak hidupku, apalagi anakku nanti :p.

Ibu adalah ibu yang mengurungku selama aku kecil dan remaja, sehingga kini aku sering mbolang nggak jelas tanpa restu orang tua.... Ibu yang tidak mengizinkan aku mbolang, pun pada akhirnya mengisi kantongku untuk mbolang...

Ibuku, ibu adalah ibu yang di usiaku sekarang, sudah “cerewet” mengatakan bahwa besok aku akan diwarisi rumah yang kini kami tinggali, uang sekian puluh juta, emas, tanah.. Oh................ aku rasa telingaku saja masih terlalu dini mendengarnya. Dan aku rasa aku masih berumur panjang...

Ibuku, ibu yang sekali lagi aku bilang ibuku adalah ibu super galau. Ibu tidak mengizinkan aku mendapat suami jauh-jauh dari Jogja, ibu tidak mengizinkanku kuliah di luar Jogja, tapi menyuruhku untuk kerja di Kalimantan... Ohh Ibu, Ibu adalah Ibu yang membuat anaknya pusing sekaligus sayang...

Ibuku, ibu yang suka merayu putri bungsunya, manakala putrinya yang dibilang ngeyel ini sedang ngambek dan jarang pulang ke rumah (menjamur di kos). Biasanya ibu merayu dengan, mencucikan baju putrinya, membelikan putrinya coklat, baju, dan lain sebagainya....

Ibuku, ibu yang masih tetap galau. Ibu bilang, kalau sudah kos, jangan sering-sering pulang ke rumah. Tapi ya itu tadi, kalau udah ngga pulang-pulang, ibu akan merayu dengan hal-hal di atas. Sekali pulang ke rumah, Ibu pasti melarang untuk balik ke kos cepat-cepat. Sekali pulang juga, Ibu akan kembali “cerewet” untuk menyuruhku makan ini itu. Ibu juga “cerewet” saat membekaliku apa-apa saja bahan makanan yang aku bawa ke kos.

*Semoga menginspirasi untuk semua Ibu dan calon Ibu di dunia.*





Selasa, 01 Januari 2013

Hidup Tak bisa menunggu by : Sunsilk

“Kalau diminta menulis semua kehebatan Mama, kurasa aku perlu membabat semua pohon di belantara Kalimantan untuk membuat kertas.” “Hidup seperti ketapel,. Ada masanya Tuhan menarik kita ke belakang, tapi sesudahnya kita dapat melesat dengan cepat mencapai sasaran.” Semua itu karena hidup tak dapat menunggu. Karena kita harus lari sekencang-kencangnya, karena kita harus mengejar hidup kita, dan bahwa tidaklah hidup kita menunggu kita.